" />

SITUS MUSIKALISASI PUISI

Ajang Refleksi Persentuhan Puisi & Musik

JAKA TARUB Add Video

Tafsir musikal Ari Kpin pada puisi karya Cecep Suamsul Hari di Konser Ari Kpin 2013.

Posted by Ari Kpin on December 15, 2013 at 1:09 AM 720 Views

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

1 Comment

Reply Ari Kpin
1:28 AM on December 15, 2013 
Cecep Syamsul Hari

JAKA TARUB

Tentu itu bukan taman. Pagarnya telah patah-patah
- pagar bambu tua lusuh dengan cat yang mengelupas. Saksi
bagi banyak peristiwa. Juga bagi duka. Tak ada mawar

di sana, begitu pula Anggrek dan Melati. Di sudut diam letih
bekas batang pohon kertas. Dulu, banyak bunganya. Di sudut itu pula
ada bekas kolam. Sekarang tak ada airnya.

Pernah kolam itu menjadi tempat bermain yang menyenangkan.
Bagi ikan-ikan mas dan mujair. Dulu, selagi penuh airnya, sering aku
membayangkan diriku menjadi liliput. Bersama semut-semut

mengarungi kolam itu. Bersampan daun-daun.
Segalanya tumbuh di sana begitu saja. Bergantung pada angin
dan musim. Tentu, itu bukan kebun bunga. Meskipun tumbuh

Anyelir di tengah-tengahnya. Warnanya semburat kuning.
Bagai warna layung. Mereka bagai putri yang tersesat.
Di hutan lebat. Sayang kolamnya tak ada airnya. Jika ada

mereka tentu mandi di sana. Sekuntum Anyelir
kupetik tadi pagi. Kusimpan di jembangan
bunga. Kelak ia bakal pulang ke negeri asalnya. Entah di mana

Seperti Jaka Tarub, aku kembali sendiri


1991-1992

Karya-Karya Musikalisasi Puisi

Galeri Video

1592 views - 1 comment
1367 views - 1 comment
1123 views - 1 comment
882 views - 1 comment